It’s Time to Business! (Franchise)

B

Saat ini usaha franchise menjadi alternatif paling cihuy untuk memulai usaha. Sehingga tidak sedikit juga mereka yang sukses dengan berinvestasi di usaha franchise. Namun, setiap kesuksesan tidak didapat dengan mudah oleh mereka. Ada beberapa tantangan yang harus dilewati untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis franchise, yaitu:

  1. Resiko kehilangan uang. Para franchisee umumnya harus membayar franchise fee sebagai persyaratan utama. Franchise fee tersebut bersifat refundable yang artinya tidak dapat ditarik kembali setelah dibayarkan kepada sipemilik franchise (franchisor).
  2. Siap mengalami kerugian. Untuk memperkecil resiko kerugian tersebut, franchisee ditantang untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan bisnis franchise-nya tersebut sehingga resiko kerugian yang didapatkan akan semakin kecil.
  3. Siap diatur secara ketat oleh franchisor. Karna tidak sedikit franchisor yang menentukan secara sepihak seputar lokasi usaha, teritori yang diperbolehkan, bentuk disain outlet, produk-produk atau jasa yang boleh dijual, resep dan bahan baku serta cara pengelolaan usaha.
  4. Tidak diperkenankan memperpanjang perjanjian waralaba. Disini franchisee perlu menghitung resiko, apakah ketentuan tersebut menguntungkan bagi franchisee atau tidak. Biasanya franchise agreement berakhir sampai 5, 10, 15, atau 20 tahun. Dan biasanya untuk memperpanjang perjanjian waralaba diwajibkan untuk membayarkan sejumlah nominal sebagai franchise fee.
  5. Konsumsi menurun. Setiap produk memiliki lifecircle tidak selamanya produk yang ditawarkan kepasaran akan terus diterima masyarakat. Ada kalanya mengalami penurunan dan bahkan ditinggalkan oleh konsumen. Franchisee harus bersiap-siap untuk menghadapi keadaan tersebut, dan juga harus berfikir kreatif untuk mengembalikan keadaan menjadi sehat.
  6. Praktek tidak fair. Franchisee harus berhati-hati terhadap praktek “Hard Sale” atau hanya mencari untung sepihak dari franchisor. Telisik terlebih dahulu kemampuan dan nama baik franchisor dalam memberikan dukungan jangka panjang yang kontinyu. Franchisor yang baik akan membantu dan memberikan dukungan kepada franchisee.

Namun demikian menjadi franchisee juga memiliki banyak keuntungan yaitu:

  1. Berhak menggunakan merek yang sudah dikenal. Hal ini sangat memudahkan franchisee untuk menarik minat konsumen.
  2. System bisnis yang sudah teruji. Ada istilah membeli franchise sama dengan membeli system. Dengan membeli franchise maka franchisee tidak perlu repot membangun system yang baru, baik meliputi system manajemen, keuangan, pemasaran, alur pasokan serta pengelolaan SDM.
  3. Support berkelanjutan. Si pemilik franchise akan membantu franchisee dalam memulai usaha baik dari sisi survey lokasi usaha, training karyawan, suplay bahan baku, hingga bimbingan operasional usaha.
  4. Sharing experience franchisor. Pemilik franchise akan berbagi pengalamannya dalam mengelola gerai-gerainya kepada franchisee. Hal tersebut akan membuat franchisee lebih mudah dalam menghadapi setiap kendala yang ada dilapangan.
  5. Promosi bersama. Dengan kekuatan jaringan waralaba diberbagai wilayah memungkinkan biaya promosi lebih efisien, sebab biaya promosi ditanggung oleh seluruh jaringan bisnis franchisor.
  6. Suplay produk. Franchisee akan mendapat suplay produk dari franchisor yang pastinya produk tersebut sudah dapat diterima pasar.

Itulah tadi beberapa ulasan, mengenai tantangan dan keuntungan mengambil bisnis franchise. Saatnya tentukan pilihan anda, ingin diam menjadi miskin atau bangkit menjadi juara! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s